• Ming. Jul 14th, 2024

Kisah Pemilu Paling Curang dalam Sejarah Dunia

ByWangseo

Feb 15, 2024

jalurofstrong34.com – Sejarah dunia telah mencatat beberapa Kisah Pemilu Paling Curang dalam Sejarah Dunia. Berikut adalah beberapa Kisah Pemilu Paling Curang dalam Sejarah Dunia :

  1. Pemilu Zimbabwe 2008:

    Pemilu 2008 di Zimbabwe di curigai sebagai salah satu pemilihan umum paling curang dalam sejarah. Presiden Robert Mugabe, yang juga telah berkuasa sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1980, di duga melakukan intimidasi, kekerasan, dan manipulasi suara untuk mempertahankan kekuasaannya. Baca Juga Sejarah Eropa

  2. Pemilu Amerika Serikat 1876:

    Pemilu presiden Amerika Serikat tahun 1876 antara Rutherford B. Hayes dan Samuel J. Tilden di kenal sebagai salah satu pemilihan umum paling kontroversial dalam sejarah AS. Terdapat tuduhan penipuan, intimidasi pemilih, dan kecurangan suara di beberapa negara bagian, yang juga menyebabkan terjadinya kebuntuan politik yang juga membutuhkan intervensi Kongres untuk menyelesaikannya. Baca Juga Berita Teraktual Hari Ini

  3. Pemilu Nigeria 2007:

    Pemilu umum di Nigeria pada tahun 2007 di warnai oleh kecurangan massal, termasuk penggunaan surat suara palsu, intimidasi pemilih, dan pembelian suara. Kemenangan presiden petahana Umaru Yar’Adua di sorot sebagai hasil dari pemilihan yang juga tidak bebas dan adil.

  4. Pemilu Rusia 2011:

    Pemilu Duma Rusia pada tahun 2011 di curigai oleh banyak pihak sebagai pemilihan umum yang juga penuh kecurangan. Terdapat tuduhan manipulasi suara, pemalsuan hasil pemilihan, dan pembatasan terhadap partai oposisi. Demonstrasi besar-besaran terjadi di Moskow dan kota-kota lainnya sebagai respons terhadap tuduhan kecurangan tersebut.

  5. Pemilu Iran 2009:

    Pemilu presiden Iran tahun 2009, yang juga menghasilkan kemenangan Mahmoud Ahmadinejad, di penuhi dengan tuduhan kecurangan. Banyak pihak menuduh hasil pemilihan di susun dan hasilnya di manipulasi untuk mempertahankan pemerintahan yang juga berkuasa.

  6. Pemilu Kuba 1948:

    Pemilu parlementer Kuba tahun 1948 di kenal sebagai salah satu pemilihan umum paling curang dalam sejarah Kuba. Presiden Fulgencio Batista, yang juga mencalonkan diri kembali, di ketahui menggunakan kekuatan polisi dan militer untuk memanipulasi hasil pemilihan dan menekan oposisi politik.

Kisah-kisah ini menyoroti betapa pentingnya integritas dan keadilan dalam pemilihan umum untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

By Wangseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *