• Sel. Apr 16th, 2024

Perbedaan Paham Determinisme dan Posibilisme dalam Geografi

ByWangseo

Feb 29, 2024

jalurofstrong34.com – Perbedaan Paham Determinisme dan Posibilisme dalam Geografi adalah dua pendekatan utama dalam studi geografi yang memiliki pandangan yang berbeda tentang hubungan antara lingkungan fisik dan aktivitas manusia. Berikut adalah Perbedaan Paham Determinisme dan Posibilisme dalam Geografi :

  1. Determinisme:

    • Definisi: Determinisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa lingkungan fisik (geografi, iklim, tanah, dll.) menentukan atau mengendalikan perkembangan budaya, perilaku manusia, dan perkembangan masyarakat. Baca Juga Sejarah Dunia
    • Keyakinan: Pendekatan determinis percaya bahwa kondisi lingkungan fisik secara langsung membatasi atau menentukan jenis kegiatan yang mungkin terjadi di suatu wilayah, serta mempengaruhi perkembangan budaya dan sosial manusia. Baca Juga Berita Akurat Terpercaya Saat Ini
    • Contoh: Teori determinisme mungkin berpendapat bahwa iklim gurun yang keras dan kering di Timur Tengah telah menjadi faktor utama yang membatasi pengembangan pertanian dan permukiman, serta membentuk pola budaya nomaden di wilayah tersebut.
  2. Posibilisme:

    • Definisi: Posibilisme adalah pandangan bahwa manusia memiliki kebebasan relatif untuk menyesuaikan diri dan bertindak dalam lingkungan fisik, dan bahwa kegiatan manusia di pengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor lingkungan dan faktor sosial, budaya, dan politik.
    • Keyakinan: Pendekatan posibilis melihat bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengatasi kendala lingkungan dan menciptakan kondisi yang lebih baik melalui teknologi, pengetahuan, dan adaptasi budaya.
    • Contoh: Teori posibilisme mungkin menunjukkan bahwa meskipun kondisi lingkungan di wilayah Arktik sangat keras dan ekstrem, manusia telah berhasil berkembang dengan memanfaatkan teknologi modern seperti pakaian hangat, peralatan pemanas, dan teknik pertanian tertutup untuk bertahan hidup dan berkembang di daerah tersebut.

Determinisme menganggap lingkungan sebagai faktor yang menentukan, sementara posibilisme mengakui kemungkinan intervensi manusia dalam mengatasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan.

By Wangseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *